Berbagi Informasi Tentang Dunia Perekeretaapian Dan Penerbangan

Selasa, 26 Januari 2016

Japan Transocean Menerima Boeing 737-800 Yang Pertama

(Foto : The Boeing Company)

apan Transocean Air (JTA), anak perusahaan dari maskapai penerbangan nasional Jepang, Japan Airlines (JAL), telah menerima kedatangan pesawat Boeing 737-800 yang pertama pada 24 Januari 2016. Japan Transocean Air rencananya akan menerima total sebanyak 12 pesawat Boeing 737-800 yang masing-masing masuk ke dalam armada perusahaan secara bertahap.
12 pesawat Boeing 737-800 itu akan digunakan oleh Japan Transocean Air untuk menggantikan 12 pesawat Boeing 737-400 yang sekarang dioperasikan namun usianya sudah semakin menua. Japan Transocean Air akan mengoperasikan penerbangan komersial perdana pesawat Boeing 737-800 pada 10 Februari 2016 dengan mengambil rute penerbangan dari Okinawa Naha menuju Fukuoka dan Miyakojima yang masing-masing dilayani dua kali dalam sehari.
Share:

Malaysia Airlines Kandangkan Seluruh Pesawat Boeing 777

(Foto : Wikimedia)
Maskapai penerbangan Malaysia Airlines dikabarkan akan mengandangkan seluruh pesawat Boeing 777 miliknya, dilaporkan oleh The Independent hari ini, Selasa (26/1/2016). Artinya, seluruh pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines tidak lagi beroperasi melayani penerbangan.
Tidak hanya itu, perusahaan penerbangan nasional Malaysia itu juga menghentikan operasional rute Kuala Lumpur-Amsterdam mulai hari ini. Sedangkan operasional pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines yang terakhir adalah dari Guangzhou menuju Kuala Lumpur yang tiba pada hari ini juga. “Sementara rute penerbangan itu (Kuala Lumpur-Guangzhou) akan dilanjutkan, pesawat diganti dengan yang lebih kecil Boeing 737-800,” ujar laporan itu.
Langkah yang dilakukan oleh Malaysia Airlines ini menyusul tragedi besar yang melibatkan pesawat Boeing 777 pada tahun 2014. Penerbangan MH370 dinyatakan hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing dan hingga kini belum ditemukan pada Maret 2014, dilanjutkan dengan tragedi penerbangan MH17 yang ditembak jatuh di area konflik di sebelah timur Ukraina ketika terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur di bulan Juli 2014.
Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 239 orang di dalam penerbangan MH370 tetap dinyatakan hilang, sedangkan 298 orang di dalam penerbangan MH17 dinyatakan meninggal dunia. Dua kejadian itu memang tidak saling berkaitan, namun telah membuat publik tidak lagi mempercayai maskapai penerbangan Malaysia Airlines. Perusahaan pun kemudian mengalami kerugian besar dan perlu melakukan restrukturisasi besar-besaran, termasuk dengan pemangkasan karyawan dan rute penerbangan yang dimiliki.


Source : Indo Aviation
Share:

Garuda Indonesia dan SkyTeam akan Beroperasi di Terminal 3 Ultimate


(Foto : Istimewa)

Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta Jakarta akan mengoperasikan Terminal 3 Ultimate pada Mei 2016. Rencananya, Terminal 3 Ultimate akan ditempati oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia baik untuk penerbangan domestik maupun internasional, maskapai penerbangan anggota SkyTeam, dan maskapai penerbangan lain yang melayani penerbangan internasional.
Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa seluruh penerbangan internasional yang selama ini dilayani di Terminal 2D dan Terminal 2E akan dipindahkan ke Terminal 3 Ultimate paling lambat Januari 2017. “Terminal 3 akan kita prioritaskan bagi Garuda Indonesia dan maskapai SkyTeam, termasuk maskapai asing, untuk penerbangan domestik dan internasional,” ungkap Budi.
Sementara itu, operasional maskapai penerbangan AirAsia dan Lion Air yang selama ini menampati Terminal 3 akan dipindahkan ke Terminal 1 dan Terminal 2. Lion Air misalnya, seluruh penerbangannya akan beroperasi di Terminal 1, sedangkan AirAsia akan menempati Terminal 2. “Lion Air ke Terminal 1 dan AirAsia ke Terminal 2. Nanti di Terminal 2 seperti sekarang ini plus AirAsia, kecuali Garuda Indonesia dan member SkyTeam,” paparnya.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Angkasa Pura II Faik Fahmi mengatakan, pada tahap awal Terminal 3 Ultimate hanya akan menampung sebanyak 15 juta penumpang per tahun. Namun, perusahaan akan terus melakukan pengembangan sehingga terminal ini bisa menampung hingga 25 juta penumpang per tahun. Dari total kapasitas 25 juta penumpang itu, sebanyak 18 juta penumpang dialokasikan untuk Garuda Indonesia dan maskapai penerbangan anggota SkyTeam, sedangkan maskapai lain dengan rute penerbangan internasional mendapatkan jatah kapasitas 7 juta penumpang per tahun.
Menurut Faik, Angkasa Pura II memang sengaja memberikan Terminal 3 Ultimate kepada Garuda Indonesia untuk melayani rute penerbangan domestik karena jika hanya untuk melayani penerbangan internasional kapasitasnya terlalu besar. Selama ini jumlah penumpang penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta hanya mencapai 12 juta penumpang per tahun. “Jadi selama periode Mei-Desember akan ada dua tempat untuk penerbangan rute internasional Terminal 2 dan Terminal 3 Ultimate,” ujarnya.

Source : Indo Aviation
Share:

Lion Group Sudah Mendapatkan Sertifikan ISSA dan IOSA

(pict : Lion Group)
Maskapai penerbangan Lion Group yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, dan Thai Lion Air akhirnya mengontongi sertifikasi IATA Standard Safety Assessment (ISSA) dan juga terdaftar dalam IATA Operational Safety Audit (IOSA). Dalam rilis yang diterima, Lion Group mengatakan bahwa Thai Lion Air sudah terdaftar IOSA sejak 29 September 2015, mendahului anggota Lion Group yang lainnya.
IOSA merupakan audit keselamatan penerbangan skala global yang dilakukan oleh International Air Transport Association (IATA) yang memiliki delapan aspek atau sekitar 900 standar dan rekomendasi praktek. Fokus dari audit IOSA adalah pada kualitas operasional serta manajemen dan pengawasan keselamatan penerbangan yang meliputi sistem organisasi dan manajemen, operasi penerbangan, keberangkatan penerbangan, pemeliharaan pesawat dan mesin pesawat, pengerjaan kabin pesawat, ground handling, pengerjaan kargo, dan keamanan operasional. Sementara itu ISSA didasarkan pada program IOSA yang merupakan audit berskala global dengan objek utama berupa maskapai penerbangan yang mengoperasikan pesawat dengan Maximum Take-Off Weight (MTOW) kurang dari 5.700 kilogram. Angka itu merupakan ambang batas dari IOSA.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan bahwa ini merupakan sebuah prestasi bagi Lion Group karena bisa terdaftar dalam IOSA dan ISSA. “Ini adalah referensi standar untuk aspek keselamatan dan kualitas dalam industri penerbangan dengan standar internasional. Hal ini sangat penting untuk terus meningkatkan dan mempertahankan kualitas layanan in-flight yang kami sediakan. IOSA audit akan terus diadakan secara rutin setiap dua tahun, jadi kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan keselamatan, keamanan, kenyamanan penumpang, dan tetap berdasarkan standar IOSA dan ISSA dalam rangka meningkatkan kepercayaan penumpang dari kami,” ujar Edward.

source : Indo Aviation
Share:

Turkish Airlines Beli Boeing 777-300ER Milik Kenya Airways

(source : Istimewa)

Maskapai penerbangan Turkish Airlines telah mencapai kesepakatan untuk mengambil alih tiga pesawat Boeing 777-300ER milik Kenya Airways yang sudah tidak diinginkan oleh perusahaan. Kenya Airways sedang dalam program pemangkasan biaya dengan mengurangi kapasitas sehingga banyak armada pesawat Boeing 777 yang menganggur dan kemudian ditawarkan untuk dijual. Minggu lalu Kenya Airways juga mengumumkan akan menjual dua pesawat Boeing 777-200ER kepada Omni Air International, perusahaan penerbangan asal Amerika Serikat yang fokus melayani penerbangan charter.
Menurut laporan media Belanda, pesawat Boeing 777-300ER dengan registasi 5Y-KZY (MSN 41819) dan 5Y-KZZ (MSN 41818) sudah diterbangkan dari Bandara Jomo Kenyatta Nairobi ke Amsterdam untuk dilakukan perombakan di KLM Engineering & Maintenance. Pesawat ketiga dengan registrasi 5Y-KZX (MSN 42097) akan mengikuti dua pesawat sebelumnya dengan perombakan di Amsterdam. Ketika sudah selesai diperbarui, ketiga pesawat itu akan digunakan oleh Turkish Airlines untuk melayani rute penerbangan dari Istanbul menuju New Delhi dan Mumbai.
Turkish Airlines kini sudah mengoperasikan sebanyak 23 pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani rute-rute penerbangan ke Asia Timur, Eropa Barat, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Dikabarkan oleh sejumlah media, Turkish Airlines juga berencana membeli pesawat Boeing 777-200LR untuk membantu perusahaan membuka rute penerbangan ultra-long haul secara nonstop, seperti penerbangan dari Istanbul ke Sydney.

Source : indo Aviation
Share:

Senin, 25 Januari 2016

Garuda Pindah Operasi Ke London Heathrow Mulai 31 Maret 2016


(source ; google)

Garuda Indonesia, perusahaan penerbangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki negara, akan memindahkan operasional penerbangannya di London dari London Gatwick ke London Heathrow. Pemindahan operasional penerbangan itu akan dilakukan mulai 31 Maret 2016.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Handayani mengatakan bahwa pemindahan operasional ke London Heathrow merupakan upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan konektivitas menuju lebih banyak lagi kota di Eropa maupun Amerika Utara. “Penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta menuju London Heathrow akan dilayani melalui Singapura (transit), sementara dari London Heathrow menuju Jakarta akan dilayani secara nonstop dengan frekuensi sebanyak lima kali per minggu,” kata Handayani.
Seperti diketahui, Garuda Indonesia sudah masuk menjadi anggota aliansi SkyTeam. Maskapai penerbangan yang menjadi anggota aliansi ini lebih banyak yang beroperasi di London Heathrow sehingga diharapkan pindahnya operasional penerbangan Garuda Indonesia ke London Heathrow bisa mendapatkan atau memberikan feeder penumpang dari sesama anggota SkyTeam. Dari sisi penumpang pun akan lebih nyaman karena London Heathrow terhubung dengan 1.052 destinasi dalam jaringan SkyTeam, sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan ke destinasi akhir dengan nyaman.



Source : Indo Aviation
Share:

Warna Warni Lokomotif Di Indonesia & Logo Lokomotif

Kereta di indonesia sangat beragam warna, ada yang putih, merah, dan kuning. Semua warna itu adalah warna seragam lokomotif dari masa ke masa...dan logo perusahaan perkeretaapian di indonesia pun sudah berkali kali berganti logo...berikut akan saya jelaskan satu per sattu..langsung aja gan, CEKIDOT !


A. Pola Pengecatan Lokomotif 
 Poloa warna (colour scheme) pada lokomotif telah mengalami 4 periode atau 4 macam pola pengecatan, yaitu :

a. Warna Kuning-Hijau-hitam
 Sejak lokomotif diesel pertama digunakan di perkeretaapian Indonesia tahun 1953 yaitu lokomotif CC200, menggunakan pola warna kuning hijau. Pengecatan warna kuning di bagian atas bodi dan warna hijau pada bagian bawah serta warna hitam untuk rangka bawah, suspensi dan roda serta warna merah untuk bumper lokomotif (cow catcher), dilakukan pertama pada waktu lok dibuat di pabrik. Selanjutnya setiap 2 tahun sekali pada waktu lokomotif masuk bengkel (Balai Yasa) untuk overhaul, dilakukan pula pengecatan kembali. Pola warna pengecatan kuning-hijau-merah-hitam dilaksanakan untuk semua lokomotif diesel sampai tahun 1991, yaitu pada waktu bentuk perusahaan adalah DKA, PNKA dan PJKA. Contoh pola warna kuning-hijau-merah-hitam dapat dilihat pada gambar.

Lokomotif CC200  dengan pola warna kuning-hijau-merah-hitam (source : google)
b.Warna Orange-Biru-Hitam.
 Sejak perusahaan perkeretaapian di Indoneia berubahstatus menjadi PERUMKA tahun 1991, pola warna pengecatan  lokomotif diubah menjadi orange-biru-hitam. Pada bagian bodi lokomotif di bagian depan dan belakang diberi warna orange,sedangkan pada bagian tengah diberi warna biru. Pada bagian atap lokomotif diberi warna metalik, sedangkan pada bagian rangka bawah, suspensi dan roda dicat warna hitam. Semua lokomotif sejak tahun 1991 dicat denngan pola warna orange-biru-hitam yang dilakukan secara berangsur angsur pad waktu overhaul di bengkel

Lokomotif BB304 dengan pola warna orang-biru-hitam (source : google)
c. Warna Putih Logo Z warna Orange.
Pada tahun 1995 atau tepatnya pada waktu HUT Kemerdekaan Indonesia yag ke-50, PERUMKA meluncurkan kereta api jenis ARGO yang pertama, yaitu KA Argo Bromo dan KA Argo Gede yang menggunakan lokomotif CC203 dengan warna putih ditambah garis strip warna biru pada bagian bodi, sedangkan adaaa bbagian rangka bawah, suspensi dan roda dicat warna abu abu.. Hanya bagian depan dan belakang diberi warna merah yaitu pada bagian bumper (cow catcher). Sampai sekarang lokomotif CC 204 Batch 2 masih menggunakan livery ini.

Lokomotif CC 203 dengan pola warna Putih Logo Z orange (source : google)
d. Warna putih dengan logo Next Step 3 Garis.
Pada tanggal 28 September 2011 tepat hari Ulang Tahun ke 66 diresmikan logo baru yang diberi nama "Next Step" yang sekaligus dimulai perubahan dari berbagi bidang terutama pada pengecatan sarana, dimulai dari lokomotif. Pola warna yang diterapkan pada lokomotif yaitu tetap dominan warna putih,, dengan strip warna orange dan biru di sebelah kiri dan kanan badan lokomotif serta penerapan logo baru. Warna rangka dasar dan bogie adalah abu abu.


CC 203 95 01 (CC 203 01) dengan pola warna "Next Step" (source : google)
B. Logo Pada Lokomotif

Logo atau lambangperusahaan Kereta Api dan Kementrian Perhubungan digambar pada  bagian depan, belakang dan samping badan lokomotif sesuai pola warna pengecatan serta bentuk perusahaan semasa lokomotif dioperasikan.
Ada beberapa logo yang pernah ada sejak dioperasikan lokomotif diesel yang pertama pada tahun 1953 sampai dengan sekarang, yaitu :

  1. Logo "Roda Bersayap"
 
Logo "Roda Bersayap" digambar pada lokomotif diesel pertama di Indonesia yaitu CC200 pada tahun 1953. Logo ini terdiri dari gambar keping roda dengan 2 sayap yang masing masing mempunyai 5 helai bulu dab dipasang sejak jaman DKA, PHKA dan PJKA

Logo "Roda Bersayap" (source : google)

  2. Logo "Burung Garuda Diatas Roda"

 Logo ini berupa gambar burung garuda dengan 2 bentang sayap yang masing masing mempunyai 8 helai bulu, bertuliskan KA dalam segilima di dada dan bertengger di atas sekeping roda kereta api berjeruji 8.
Burng garuda diapit gambar padi terdiri dari 28 butir dan kapas terdiri dari 8 kuntum yang merupakan HUT perkeretaapian Indonesia. Di bagian bawah dilengkapi dengan gambar pita yang bertuliskan "Wahana Daya Pertiwi". Logo ini dipasang pada jaman PNKA dan PJKA, ada yang berupa gambar lengkap atau hanya berupa "Burung Garuda Diatas Roda.

Logo Wahana Daya Pertiwi (Source : google)

  3. Logo "KA Dalam Segi Lima"

Pada tanggal 28 September 1988, diresmikan logo baru yang berlaku di seluruh PJKA Mulai dari surat menyurat, dokumen, papan nama dan seterusnya, termasuk logo pada lokomotif.
Logo ini berupa gambar segi lima dengan warna dasar biru, dengan tulisan KA yang berupa gambar perangkat roda dan bagian depan lokomotif berwarna putih. Arti dari logo KA dalam segi lima adalah :
 a. KA, melambangkan Kereta Api yang merupakan sarana angkutan penumpang maupun barang melalui jalan rel.
 b. Segi 5 (lima), melambangkan Pancasila
 c. Warna biru melambangkan keanggunan
 d. Sudut-sudut berbentuk lengkung, melambangkan kedinamisan

  Makna dar logo KA dalam segilima adalah :

"Kereta Api sebagai sarana angkut penumang (orang) maupun barang melalui jalan rel, dan para pegawainya dengan anggun disertai selalu taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, demi ikut menunjang pembangunan nasional mennuju masyarakat yang sejahtera (adil dan makmur) berdasarkan Pancasila, senantiasa siap melayani kepentingan masyarakat (umum), bangsa dan negara".
Logo ini digunakan sampai akhir masa bentuk perusahaan PJKA dan berubah menjadi PERUMKA pada tahun 1990, selama sekitar 1 tahun.

Logo KA dalam Segi Lima (source : google)

4. Logo "KERETAPI"

Logo dengan warna orange berupa gambar mirip angka 2, dengan kemiringan 700 dan warna dasar putih yang menampakan bagian depan kereta api kecepatan tinggi dengan arah yang saling berlawanan, serta di bagian bawah tertulis "Keretapi" warna biru.

Makna karakter Logo/Lambang adalah sebagai berikut :
 Gambar lambang menyiratkan sifat : tegas, pasti, tajam, gerak horizontal, juga bolak balik. Dua garis lurus dengan ujung lengkung meruncing, dengan arah berlawanan, selain menggambarkan arah bolak balik perjalanan kereta api, juga melambangkan pelayanan (memberi dan menerima).

Gaya Gambar :
Lugas, langsung, tajam, teknis, selaras dan staff teknis kereta api. Ujung garis tapi melengkung untuk menyiratkan arah/kecepatan (aerodinamis), tetapi cenderung agak tumpul melengkung, tidak terlampau taja, agar memberi kesan aman (sesuatu bentuk yang terlalu runcing lebih memberi kesan ancaman, rasa sakit dan agresivitas, asosiatif kepada senjata tajam, duri semacamnya).

Sifat Gambar :
Sifat gambar lebih lugas, obyektif, rasional, karena bentuk geometrinya yang dominan dan lebih bersifat maskulin. Kesan sangan modern, teknis, jelas terlihat.

Logo "KERETAPI" (source : google)

 5. Logo "Next Step"

Logo dengan sebutan "Next Step" diresmikan sebagi logo baru PT.Kereta Api Indonesia (Persero) pada tanggal 28 September 2011 tepat pada hari ulang tahun Kereta Api yang ke-66.

Logo Next Step berupa :
a. 3 garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT.Kereta Api Indonesia dalm mencapai Visi dan Misi perusahaan,

b. 2 garis warna orange melambangkann proses pelayanan prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditunjukan kepada pelanggan internal dan eksternal,

c. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas yang harus dimiliki insan PT.Kereta Api Indonesia dalam mewujudkan Pelayanan Prima,

d. 1 garis melengkung berwarna biru melambangkan semangat inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholder (Inovasi dilakukan dengan semangan sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat).

Logo "Next Step" yang masih digunakan hingga hari ini (source : google)


Nahh udah ane jelasin tuhh gan tentang Pain Scheme lokomotif dan perkembangan logo perusahaan dari masa ke masa...semoga bermanfaat buat agan agan dan sista sista semua...Jaya Selalu Perkeretaapian Indonesia !!!



Kritik & Saran : toyotominaufal@gmail.com










Share:

Days Count

Clock

Total Tayangan Halaman

Viewers Income Monitor

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran