Berbagi Informasi Tentang Dunia Perekeretaapian Dan Penerbangan

Sabtu, 23 Januari 2016

Penandaan / Penomoran Lokomotif

oke gan, kali ini ane bakal menjelaskan tentang penomoran lokomotif di Indonesia...langsung aja gan, CEKIDOT !!

Penandaan / Penomoran Lokomotif Indonesia

Lokomotif  PT.Kereta Api Indonesia (Persero) diberi tanda atau nomor berdasarkan jumlah gandar penggerak, jenis transmisi daya, nomor urut tipe dan nomor urut individu.
Secara umu nomor tersebut dituliss dengan susunan digit sebagai berikut :
  
XX XXX XX 

Digit ke 1 & 2 : Digit ini berupa huruf besar yang menyatakan jumlah gandar penggerak

B = dua gandar penggerak
C = tiga gandar penggerak
D = empat gandar penggerak

Digit ke 3 : Digit ini berupabangka yang menunjukan jenis transmisi daya.

1 = diesel mekanik
2 = diesel elektrik
3 = diesel hidrolik

Digit ke 4 & 5 : Digit ii berupa angka yang menunjukan nomor urut tipe atau kelompok produk lokomotif dengan daya tertentu.

00 = tipe pertama
01 = tipe kedua
02 = tipe ketiga, dan seterusnya

Digit ke 6 & 7 : Digit ini berupa angka yang menunjukan nomor urut setiap individu lokomotif. 01, 02, 03, dan seterusnya dari suatu tipe tertentu.

Contoh :
BB 200 06 : Lokomotif dengan 2+2 gandar penggerak, diesel elektrik tipe pertama dengan nomor urut 06

BB 301 40 : Lokomotif dengan 2+2 gandar  penggerak, diesel hoidrolik  tipe  kedua dengan nomor urut 40

CC 202 30 : Lokomotif dengan 3+3 gandar penggerak, diesel elektrik tipe ketiga dengan nomor urut 30
 
(Source : google)

Penomoran menurut Menteri Perhubungan Nomor KM 45 Tahun 2010

Sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 45 Tahun 2010 tentang Standar Spesifikasi Teknik Penomoran Sarana Perekeretaapian, secara bertahap nomor-nomor lokomotif yang ada  diganti dengan nomor baru.

Dalam Peraturan tersebut disebutkan pada BAB 1 : IDENTITAS SARAN PEREKERETAAPIAN, Pasal 2 sebagai berikut :

Sarana Perkeretaapian terdiri dari :
a. Lokomotif
b. Kereta
c. Gerbong, dan
d. Peralatan Khusus 

Dalam pasal 3 ayat (1) disebutkan :
(1) Setiap sarana perkeretaapian yang dioperasikan harus memiliki identitas sarana perkeretaapian .
(2) Identitas sarana perkeretaapian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari huruf dan angka yang menggambarkan :

    a. Kodefikasi jenis sarana perkeretaapian
    b. Klasifikasi saranaa perkeretaapian
    c. Tahun sarana perkeretaapian
    d. Nomor urut sarana perkeretaapian

Dalam Pasal 6 disebutkan :
(1) Kodefikasi jenis sarana perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 6 ayat (2) huruf a. untuk lokomotif menggunakan huruf kapital yang ditentukan berdasarkan jumlah gandar penggerak dan jumlah bogie.
 (2) Jumlah gandar penggerak untuk lokomotif sebagimana dimaksud pada ayat (1), menggunakan huruf kapital sebagai berikut :

    a. Huruf "A" untuk 1 (satu) gandar penggerak
    b. Huruf "B" untuk 2 (dua) gandar penggerak
    c. Huruf "C" untuk 3 (tiga) gandar penggerak
    d. Huruf "D" untuk 4 (empat) gandar penggerak

(3) jumlah bogie untuk lokomotif sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberi tanda huruf kapital jumlah bogie lokomootif yang memiliki gandar penggerak.

Contoh :
 CC 201 78 01, artinya :

CC = Kodefikasi jenis sarana perkeretaapian. Lokomotif menggunakan 2 (dua) bogie dengan masing  masing 3 (tiga) gandar penggerak

201 = Klasifikasi sarana perkeretaapian. Lokomotif diesel elektrik seri tipe 01

78 =  Tahun sarana perkeretaapian. Lokomotif mulai dioperasikan di indonesia tahun 1978

01 = Nomor urut sarana perkeretaapian. lokomotif dengan nomor urut 01

 D 300 68 02, artinya : 

D = Kodefikasi sarana perkeretaapian. Lokomotif tanpa bogie dengan 4 (empat) gandar penggerak

300 = Klasifikasisarana perkeretaapian. Lokomotif diesel hidrolik seri tipe 00

68 = Tahun sarana perkeretaapian. Lokomotif mulai dioperasikan di Indonesia tahun 1968

02 = Nomor urut sarana perkeretaapian. Lokomotif dengan nomor urut 02

Penomoran sarana perkeretaapian menurut Peraturan Menteri Nomor KM 45 Tahun 2010


Penandaan Lokomotif Menurut UIC

Penandaan lokomotif menurut Uninon International des Chemins de Fer (UIC) atau International Railways Association, didasarkan pada susunan gandar penggerak dan poros jalan (idle), sedangkan ciri lainnya tidak diperhatikan. Penandaan ini berlaku untuk semua lokomotif baik lokomotif uap, listrik, diesel elektrik maupun diesel hidrolik. Tanda berlaku untuk setiap kelompok poross yang terpasang langsung pada rangka. Tanda yang terdiri dari huruf, angka dan tanda lain disusun dari gandar pertma hingga terakhir yang mempunyi arti sebagai berikut :
  1) Jumlah poros jalan dinyatakan dengan angka, yaitu : 
     1 = satu poros jalan
     2 = dua poros jalan, dan seterusnya

  2) Jumlah gandar penggerak dinyatakan dalam huruf besar, yaitu :
     A = satu poros penggerak
     B = dua poros penggerak
     C = tiga poros penggerak

  3) Gandar penggerak yang digabungkan dengan batang penghubung roda atau digerakan secara bersama dengan gardan tidak diberi tanda lain pada huruf tersebut, misalnya B, C, dan seterusnya. Sedangkan gandar yanng digerakan secara individual yaitu dengan motor traksi untuk setiap gandar ditandai dengan subskrip "o", misalnya Bo, Co dan seterusnya. Dengan penandaan seperti inilah gandar dan kelompok gandar pada kendaraan traksi diberi tanda dari satu ujung ke ujung yang lain.

  4) Tanda lain yang diberikan adalah upperscript, ' dan (...). tanda ..' yang berputar pada pivot /  center plate juga berlaku pada poros yang mempunyai stang sebagai pengarah jalannya lokomotif pada saat  melalui lengkungan jalan. Contoh :

1 : satu poros jalan
2' : dua poros jalan dalam satu bogie
B' : dua gandar penggerak yang saling dihubugkan dalam satu bogie
Bo' : dua gandar penggerak yang digerakan secara idividual dalam 1 bogie
(1A) : satu poros jalan dan atu gandar penggerak pada satu bogie
(A1A) : satu poros jalan yang diapit oleh dua gandar penggerak pada satu bogie

  5) kendaraan traksi ganda yang secara konstruksi terpisah diberi tanda +.
 
Bogie Lokomotif (Source : google)


sekian yang bisa ane share di artikel kali ini...semoga bermanfaat...Jaya Selalu Perkeretaapian Indonesia !!!  


Kritik & Saran : toyotominaufal@gmail.com 
Share:

Sejarah Singkat Lokomotif Indonesia

Kali ini ane akan menjelaskan secara singkat sejarah lokomotif di Indonesia...gak usah lama lama...CEKIDOT gan !



Sejarah Singkat Lokomotif Di Indonesia


Lokomotif dengan penggerak masin uap sudah mulai untuk menarik rangkaian kereta atau gerbong sejak dibuka nya jalur jalan rel yang pertama di indonesia, yaitu di Semarang antara Kemijen dan Tanggung pada tahun 1867 sepanjang 26 km. Lokomotif yang digunakan adalah lok uap seri B1, yaitu lokomotif yang mempunyai 2 gandar roda penggerak dan 1 gandar roda pengantar (idle) dan mempunyai tender bergandar 3. Selanjutnya berbagai jenis lokomotif yang didatangkan dari Eropa tertutama Jerman, Belanda, jugad dari Amerika, beroperasi di berbagai perusahaan kereta api, baik perusahaan swasta seperti NIS (Nederlandsch Indiesche Spoorwagen) atau perusahaan pemerintah seperti SS (Staats Spoorwagen). Lokomotif - lokomotif tersebut mempunyai daya sampai 1850 PK, misalnya lokomotif uap terbesar di Indonesia yaitu lokomotif tipe Mallet seri DD52.


Lokomotif dengan tenaga listrik mulai diperkenalkan sejak dibangun jaringan listrik antara Jakarta ~ Bogor tahun 1925. Lokomotif yang dipergunakan adalah lokomotif listrik dengan susunan roda B1 + B1 dengan daya 1570 PK buatan AEG (Allgemaine Electriatats Gesellschaft) Jerman. sedangkan tipe yang lain adalah 1A-AA-A1 dengan daya 1500PK , buatan Brown & Co,Swiss.

Pada tahun 1950 -1951 pemerintah mengadakan moderinisasi armada lokomotif DKA saat itu dengan mendatangkan 100 lokomotif uap modern buatan Krupp (Jerman) yaitu seri D52 dengan daya 1600PK dan 27 lokomotif diesel buatan GE-ALCO (Amerika Serikat). Lokomotif dengan bobot 96 ton ini berkekuatan 1600HP dan dirancang untuk bisa melalui semua jalur utama di Jawa. Pada tahun tahun berikutnya pemerintah tidak memesan lokomotif uap lagi dan mendatangkan lokomotif diesel seri BB200 buatan General Motors (Amerika Serikat) pada tahun 1957 dan pada tahun 1959 didtangkan lokomotif BB300 dari Krupp (Jerman).

Lokomotif BB200
 Sedangkan di Sumatra, khususnya untuk lintas jalan rel bergigi dai Sumatra Barat terakhir dibeli lokomotif uap pada tahun 1966 yaitu tipe E10. Baru pada taahun 1981 mulai dibeli lokomotiif diesel seri BB204 dari Swiss unuk mengganti lok uap.

Lokomotif E10-16, E10-14 dan E10-64 (Source : google)

Lokomotif BB204
Demikian selanjutnya armada lokomotif diesel semakin bertambah untuk menggantikan lokomotif uap. Bau sekitar tahun 1980 armada lokomotif uap sudah tidak dioperasikan lagi kecuali lokomotif uap bergigi tipe B25 di museum KA Ambarawa dan tipe E10 di Sawahlunto. Sampai dengan tahun 2011 lokomotif terakhir yang dibeli oleh PT.Kereta Api  Indonesia (Persero) adalah lokomotif CC204 buatan General  Electric Transportation Indonesia (GETI) untuk lintas Jawa dan Sumatra Selatan serta lokomotif CC205 dari Electro Motive Diesel (EMD) Kanada, Untuk Sumatra Selatan. Dan pada tahun 2013, PT.Kereta Api Indonesia (Persero) membeli 150 Unit lokomotif CC206 dari General Electric (GE).

Lokomotif CC206 (Source : google)


sekian yang bisa ane share di kesempatan kali ini...semoga bermanfaat...Jaya Selalu Perkeretaapian Indonesia !!!


Kritik & Saran : toyotominaufal@gmail.com
Share:

Perkeretaapian Indonesia

kali ini saya akan membahas tentang perkembangan dan sedikit sejarah tentang perkeretaapian di Indonesia...


Perkembangan Bentuk Perusahaan

Samapai dengan sekarang pengelolaan perusahaan kereta api di Indonesia diselenggarakan oleh satu satunya badan penyelenggara yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Bentuk perusahaan PT Persero ini dimulai sejak perubahan dari Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA) menjadi PT.Kereta Api (Persero) pada tanggal 1 Juni 1999. Sebelum it, bentuk perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, berturut turut mulai dari tahun 1950 : Direktorat Djendral Kereta Api (DDKA), Tahun 1950 - 1963 : Djawatan Kereta Api (DKA), tahun 1963 - 1971 : Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), tahun 1971 - 1990 : Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), tahun 1990 - 1999 : Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA), tahun 1999 sampai sekarang PT.Kereta Api Indonesia (Persero).

Logo dari Masa Ke Masa (Source : google)


Jaringan Jalan Rel

Jaringan jalan kereta api atau disebut jalan rel, yang sekarang dioperasikan oleh PT.Kereta Api Indonesia (Persero), terdiri dari jaringan jalan rel di Jawa sepanjang 3230 Km dan di Sumatra yang terbagi menjadi 3 daerah terpisah yaitu di Sumatra Selatan sepanjang 659 Km, Sumatra Barat sepanjang 196 Km, Sumatra Utara sepanjang 480 Km. Lebar sepru yang dioperasikan tersebut mempunyai ukuran lebar sepur atau lebar jalan rel 1067mm, sedangkan sepur lain yaitu 750mm seperti yang ada di Aceh, namun kini dibangun lagi dengan lebar sepur 1435mm walaupun baru sekitar 20 Km.
Peta Jalur KA Pulau Jawa (Source : google)


Kereta Dan Gerbong

Istilah yang berlaku di perusahaan kereta api yaitu "Kereta" untuk menyebut kendaraan rel yang berfungsi untuk mengangkut penumpang lengkap dengan fasilitasnya dan "Gerbong" untuk kendaraan rel yang berfungsi mengangkut barang sehingga lebih mudah untu menyebut "Kereta Penumpang" dan "Gerbomg Barang".
Jumlah kereta penumpang yang dimiliki oleh  PT.Kereta Api Indonesia (Persero) yang siap digunakan sekarang adalah 1616 Unit, terdiri atas 364 kereta kelas 1 (Eksekutif), 310 kereta kelas 2 (Bisnis) dan 529 kereta kelas 3 (Ekonomi). Sedangkan gerbong barang yang ada adalag 3738 Unit.
Gerbong Kelas Bisnis (Source : google)


Lokomotif Diesel

Lokomotif adalah kendaraan rel yang dapat bergerak sendiri dengan motor diesel sebagai sumber tenaga dan berfungsi untuk menarik atau mendorong rangkaian kereta atau gerbong

Lokomotif CC 206
KRL Dan KRD

 Jenis sarana kendaraan rel yang berfungsi untuk mengangkut  penumpang dan mempunyai tenaga penggerak listrik dari jaringan kawat listrik atas disebut Kereta Rel Listrik (KRL).
Sedangkan saran kendaraan rel yang berfungsi untuk mengangkut penumpang dan dapat bergerak dengan sumber tenaga motor diesel disebut dengan Kereta  Rel Diesel (KRD).
Kereta Rel Listrik (Source : google)

Kereta Rel Diesel (Source : google)

sekian yang bisa saya sampaikan di artikel kali ini...semoga bermanfaat...jaya selalu perkeretaapian Indonesia !!


Kritik & Saran : toyotominaufal@gmail.com
 
Share:

Jumat, 22 Januari 2016

SHINKANSEN 0 SERIES

Postingan pertama gan...

Di postingan ane yang pertama, ane bakal membahas secara ringkas padat dan semoga saja jelas tentang Shinkansen seri 0.
Shinkansen Seri 0


Berikut saya lampirkan sedikit profile Shinkansen seri  0...

Masa Dinas : 1 Oktober 1964 ~ 14 Desember 2008
Pabrik Pembuat : Hitachi, Kawasaki Sharyo, Kinki Sharyo, Kisha, Nippon Sharyo, Tokyu Car Corporation

Tahun Pembuatan : 1963 ~ 1986
Jumlah Total : 3216 Kereta
Jumlah Yang Masih Beroperasi : - ( Sudah pensiun )
Unit Yang Di Museumkan : 27 Kereta ( Per September 2011 )
Formasi : 4, 6, 8, 12, dan 16 kereta per set
Kapasitas :  368 ~ 1,340 Penumpang
Operator : JNR ( 1964 ~ 1987 ), JR Central ( 1987 ~ 1999 ), JR West ( 1987 ~ 2008 )
Dipo : Tokyo, Osaka, Hakata
Lintas Operasional : Tokaido Shinkansen, Sanyo Shinkansen, Hakata-Minami Line

SPESIFIKASI

Bahan : Baja
Panjang Gerbong : 25.000mm / 82ft 0inch (T, Tc), 25.100mm / 82ft 6inch (Mc)
Lebar : 3.383mm / 11ft 1.2inch
Tinggi : 4.490mm / 14ft 9inch
Kecepatan Maksimum : 210 Km/Jam (130mph) 1964 ~ 1986, 220 Km/Jam (140mph) 1986 ~2008
Sistem Traksi : Low Preasure Control (LPC)
Akselerasi : 1.0 Km/h/sec (0.62mph/h/sec) 1964 ~ 1992, 1,2 Km/h/sec (0,75mph/h/sec) 1992 ~ 2008
Deselerasi : 2.84 Km/h/sec (1.76mph/h/sec)
Sistem Kelistrikan : 25kV AC, 60Hz, Overhead catenary
Metode Kelistrikan : Menggunakan pantograph
Sistem Pengaman : ATC-1
Lebar Sepur : 1.435mm (4ft 8 1/2)

Shinkansen seri 0 adalah shinkansen pertama yang dibuat untuk dioperasikan di jalur kereta cepat yang baru yaitu Tokaido Shinkansen yang diresmikan pada tahun 1964, rangkaian terakhir di pensiunkan di tahun 2008.


SEJARAH SINGKAT

Seri 0 memulai masa dinas nya di Tokaido Shinkansen pada tahun 1964. Dengan warna kereta putiih dan striping biru di sepanjang jendela dan dibagian bawah kereta dan juga di bagian depan nya

Shinkansen 0 seri dengan striping biru putih

Tidak seperti kereta jepang yang sebelumnya, Tokaido Shinkansen menggunakan lebar rel standar (1.435mm). Kereta ditenagai ole 25kV AC dan listrik 60Hz dan semua gandar kereta ditenagai  oleh traksi motor 185KW, memberikan kecepatan maksimum 220 Km/jam (140mph).

Set asli yang diperkenalkan terdiri atas 8 kereta dan set selanjutnya diperpanjang menjadi 12 kereta per set nya. Lalu ada yang lebih pendek yaitu 6 kereta hingga 4 kereta per set nya. Produksi seri 0 dikerjakan  dari tahun 1963 hingga 1986

Rangkaian Shinkansen dipensiunkan setelah 15 atau 20 tahun. Set terakhir seri 0 adalah rangkaian dengan formasi 6 kereta, digunakan di JR West layanan Kodama di jalur Sanyo Shinkansen antara Shin-Osaka dan Hakata dan di Hakata Minami Line hingga dihentikan operasinya di 30 November 2008. Set terakhir seri 0  adalah set R61, tiba di stasiun Hakata pukul 18.01 pada 14 Desember 2008, Mengawali berakhirnya 44 tahun masa bakti Shinkansen Seri 0. 


Kritik & Saran : toyotominaufal@gmail.com
Share:

Days Count

Clock

Total Tayangan Halaman

Viewers Income Monitor

Diberdayakan oleh Blogger.

Wikipedia

Hasil penelusuran